logo sinta
PUSAT PERBELANJAAN DI CIBITUNG, BEKASI JAWA BARAT Dengan Fasilitas Aksesibilitas untuk Penyandang Tuna Daksa

Oleh: (21031041)
Dosen Pembimbing: HENRY FERIADI,SITA YULIASTUTI AMIJAYA

Abstraksi

ABSTRAKSIPerkembangan dalam bidang perekonomian semakin meningkat, di tambah dengan kebutuhan hidup seharihari yang harus terpenuhi. Suatu lahan kota akan mengalami perkembangan, pertumbuhan dan perluasan ditentukan oleh tingkat kemajuan ekonominya dengan berbagai ukuran yang sesuai dengan bidang terkait, misalnya dengan mengukur jumlah kepadatan penduduk persatuan wilayah dan meningkatnya pendapatan per kapita per kepala yang di ukur dengan jumlah penghasilan serta pajak yang disetorkan kepada pemerintah dan daerah, maka kota tersebut bisa dikatakan mengalami kemajuan, seiring dengan kemajuan yang ditujukan oleh kota, maka muncul pula berbagai macam tuntutan baru dari penghuni kota yang memiliki kebutuhan semakin bervariasi1. Hal ini menunjukan dengan bertambahnya bangunan komersil di kota-kota besar hingga kepinggiran kota, diantaranya kota Bekasi. Bekasi terletak dipinggiran Jakarta atau sering disebut daerah administratif. Bekasi terbagi menjadi Bekasi Utara, Selatan, Timur dan Barat2. Bekasi semakin lama semakin berkembang banyak pembangunan perumahan sehingga jumlah penduduk dan ekonomi semakin meningkat. Bekasi memiliki satu pusat perbelanjaan BTC (Bekasi Trend Center), yang selalu ramai dan banyak pengunjungnya. Bekasi Timur memiliki beberapa kecamatan salah satunya yaitu Cibitung. Cibitung sudah memiliki pasar (pasar Cibitung) dan plaza (plaza metropolitan) yang selalu ramai dikunjungi. Cibitung terletak di Bekasi, Jawa Barat dengan kondisi kewilayahan yang strategis pada jalur transportasi dan industri, perkembangan daerah Cibitung saat ini menunjukan tingkat perkembangan yang pesat3, banyak pembangunan perumahan di Cibitung sehingga jumlah penduduknya semakin bertambah. Pengunjung atau pengguna pusat perbelanjaan tidak hanya kalangan ibu rumah tangga tetapi tidak dibatasi usianya (dari muda sampai tua), juga karyawan, penyewa atau pemilik pertokoan. Sebagai bangunan komersil, pusat perbelanjaan akan dikunjungi banyak orang, tidak terkecuali bagi mereka yang mempunyai cacat tubuh atau penyandang tuna daksa, untuk dapat menampung dan memudahkan mereka dalam beraktifitas di pusat perbelanjaan. Sedikitnya bangunan dan fasilitas publik di Cibitung yang disediakan bagi penyandang tuna daksa atau tidak sama sekali, sehingga membuat mereka susah untuk beraktifitas. Shopping Center (inggris dan eropa), Shopping Mall (Amerika) atau terminologi yang sering digunakan oleh masyarakat Amerika bereferensi kepada pusat perbelanjaan adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasikan suatu pusat perbelanjaan yang intinya memiliki bentuk bangunan atau kumpulan beberapa bangunan di dalam satu lokasi. Dalam satu pusat perbelanjaan tersebut berkumpul sejumlah vendor independent atau beragam toko, yang semuanya dihubungkan antara satu dengan yang lain, oleh jalur sirkulasi (pedestrian ways atau walk ways) yang terbuka atau tertutup dengan tujuan mempermudah pengguna pusat perbelanjaan pada waktu mengujungi satu toko dan berjalan ke toko lain dengan aman dan nyaman. Pusat perbelanjaan merupakan satu bentuk evolusi dari pasar tradisional yang intinya adalah satu lokasi pusat perdagangan yang dikunjungi banyak orang untuk membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan. Untuk kemudahan, kenyamanan dan keamanan para pengunjung, pusat perbelanjaan yang berbentuk pasar tradisional dan terbuka kemudian memiliki atap untuk melindungi pengunjung dari cuaca. Pusat perbelanjaan pada awalnya memiliki fasilitas toko-toko dan barang-barang dagang yang menarik, food court dan area parkir kendaraan, kini dirasa masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan pengguna pusat perbelanjaan. Untuk menarik minat dan mencegah pengunjung dari rasa bosan, maka ditambahkan fasilitas hiburan seperti bioskop, video game center dan panggung dengan disc jockey atau live music. Adanya tempat menitipkan anak dibeberapa shopping center di Amerika serikat sudah menjadi konsep yang tidak asing lagi. Adanya fasilitas ini memberikan kemudahan bagi para orang tua yang memiliki anak supaya dapat berkonsentrasi berbelanja, untuk mengemas alam buatan (artificial) atau sebuah taman yang terbuka ke dalam konsep interior atau pembentukan kompleks shopping center. Sehingga, para pengunjung tidak hanya mendapatkan kenyamanan berbelanja, tetapi juga dapat menikmati lahan terbuka yang bebas dari bahaya di tabrak, bisingnya kendaraan, sampah dan segala sesuatu yang tidak enak di pandang, Bahkan konsep tersebut bisa dianggap sebagai pengganti ruang terbuka yang semakin lama mulai hilang4. Fasilitas pada pusat perbelanjaan: pedestrian, toko-toko, area parkir, toilet, supermarket, departement store, food court dan lain-lain. Sedangkan fasilitas bagi penyandang tuna daksa: Area parkir, ram, toilet, wastafel, pintu, lift, telepon umum, jalur pedestrian.

File: Bagian Pendahuluan
Citation APA Style:

Nidabera, M.K.D. (2007). Pusat Perbelanjaan Di Cibitung, Bekasi Jawa Barat Dengan Fasilitas Aksesibilitas Untuk Penyandang Tuna Daksa. (Undergraduate thesis, Duta Wacana Christian University, 2007). Retrieved from http://sinta.ukdw.ac.id

Find us on Google+