logo sinta
Pemanfaatan Ampas Parutan Buah Kelapa Sebagai Media Alternatif Dalam Budidaya Pleurotus ostreatus(Jamur Tiram Putih)

Oleh: (31061097)
Dosen Pembimbing: ANIEK P,

Abstraksi

ABSTRAKSIJamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) disebut juga jamur kayu adalah jamur yang mudah dibudidayakan dan mengandung nilai gizi relatif tinggi, serta merupakan jamur konsumsi. Salah satu cara mengatasi limbah pertanian yaitu dengan memanfaatkan limbah tersebut sehingga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pada penelitian ini limbah ampas daging buah kelapa diambil dari pasar Kotagede yang ada di kota Yogjakarta. Hasil analisa kandungan nutrisi dari kelapa yang banyak mengandung gizi esensial. Daging buah kelapa muda kaya akan kalori terutama dari karbohidrat. Protein kelapa, dibandingkan dengan kacang-kacangan, lebih baik dalam hal asam amino isoleusin, leusin, lisin, threonin dan valin yang merupakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah ampas daging buah kelapa sebagai media alternatif guna pertumbuhan P. ostreatus serta mengetahui variasi komposisi ampas daging buah kelapa yang baik untuk pertumbuhan jamur tiram putih. Pembuatan media tanam jamur tiram putih dilakukan dengan tiga kali ulangan, kemudian ditambahkan bekatul dan kapur dengan berbagai macam perlakuan ampas daging buah kelapa 900%, 66%, 43%, 21%, 0%, 78%, 57%, 37%, 20%, 0%, 66%, 48%, 35%, 17%, 0%, 54%, 45%, 29%, 14% dan 0%. Analisis data dilakukan secara anova (kecepatan pertumbuhan miselium, berat basah, berat kering, jumlah tubuh buah, dan Biological Efficiency Ratio). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada media P. ostreatus, perlakuan komposisi kelapa 57%, serbuk gergaji 19%, bekatul 20% dan kapur 4% merupakan variasi komposisi media dengan kecepatan pertumbuhan miselium yang optimal yaitu 1,316 cm/hari. Hasil berat basah dan berat kering yang optimal juga terjadi pada komposisi ampas kelapa 57%, serbuk gergaji 19%, bekatul 20% dan kapur 4% yaitu rata-rata perpanen 81,86 gram untuk total berat basah dan 18,36 gram untuk rata-rata total berat kering perpanen. Nilai Biological Efficiency Ratio (BER) optimal yaitu mencapai 27,28% pada komposisi ampas kelapa 57%, serbuk gergaji 19%, bekatul 20% dan kapur 4%, sedangkan Rendemen (nilai pembusukan media) pada komposisi ampas kelapa 35%, serbuk gergaji 35%, bekatul 30%, dan kapur 0% merupakan komposisi yang terendah dengan rendemen sebesar 38,6%. Ampas daging buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif guna budidaya P. ostreatus. Komposisi media yang optimal untuk pertumbuhan miselium, berat basah, berat kering, jumlah tubuh buah dan BER yaitu pada variasi komposisi ampas kelapa 57%, serbuk gergaji 19%, bekatul 20% dan kapur 4%.

File: Bagian Pendahuluan
Citation APA Style:

Kusuma, M.H.W. (2011). Pemanfaatan Ampas Parutan Buah Kelapa Sebagai Media Alternatif Dalam Budidaya Pleurotus Ostreatus(jamur Tiram Putih). (Undergraduate thesis, Duta Wacana Christian University, 2011). Retrieved from http://sinta.ukdw.ac.id

Find us on Google+